29 April 2026 – Synchronize Fest siap kembali mengguncang pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026
di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Perayaan akbar musik Indonesia yang penuh energi, warna,
dan semangat lintas generasi siap menghadirkan momen kolaboratif yang tak terduga, nostalgia
yang hangat, hingga gebrakan baru yang segar. Di edisi ke-11 penyelenggara kali ini Synchronize
Fest membawa lagi semangat “it’s not just a festival, it’s a movement” serasa kita memulai segala
sesuatunya dari awal.
Berikut adalah nama penampil yang dipastikan memberikan pertunjukan terbaiknya di
Synchronize Fest 2026:
- ALKATERI: EXPANDED SESSION
Alkateri, diambil dari salah satu nama jalan di Bandung yang dijadikan nama bagi grup musik post-
rock/indie-pop yang berkarya sejak 2021. Mereka beranggotakan Fauzan Ghifari pada vokal, Rifqi
Maulana pada synth, Galuh Ilham dan Reza Zulmi pada gitar, Hadiyan Fazari pada bass, dan Felmy
Herdianto pada drum. Alkateri telah merilis album studio perdananya Kontemplasi di tahun 2024,
album ini sukses mengembalikan kancah musik post-rock/Indie-pop Bandung yang sudah lama
terlupakan. Tidak hanya meromantisasikan Bandung, Alkateri juga berhasil meromantisasikan
kuping para pendengar yang tidak terpaut geografis. rasa romantis itu akan dibawakan kembali
oleh Alkateri di panggung Synchronize Fest 2026.
- ANTINRML (JEMSII, NAYKILLA, TENXI, SUISEI, RYO, JOSUA NATANAEL, DIA, ANANGGA,
NAUFAL SYACHREZA, RIKU, YUNG CATERS, BBOOGIE)
AntiNRML adalah sebuah music label dan kolektif di bawah pimpinan 808Bunny dan Tenxi,
dengan Jemsii sebagai Music Director yang turut mempopulerkan penyanyi Naykilla, Dia, hingga
Naufal Syachreza. Kolektif ini kian bersinar kiprahnya karena berhasil membawa gelombang tren
musik baru di Indonesia yatu hipdut atau hip-hop dangdut dengan lagu seperti “Garam dan
Madu”, “Mejikuhibiniu”, dan “Kasih Aba-Aba”. Warna baru di musik Indonesia semakin
berwarna, musik hipdut kian menjadi raja di Indonesia hingga mencapai 100 juta stream dalam
kurun waktu 3 bulan. Nantinya kolektif AntiNMRL akan membawa seluruh pasukan mereka ke
Synchronize Fest 2026 bersama para jagoan talenta mereka yaitu, Jemsii, Naykilla, Tenxi, Suisei,
Ryo, Josua Natanael, Dia, Anangga, Naufal Syachreza, Riku, Yung Caters, Bboogie.
3. BASAJAN
Basajan, kuartet instrumental eksperimental asal Kabupaten Bandung, menyajikan genre
Priangan psychedelic groove yang terinspirasi dari budaya Sunda. Penampilan mereka akan
menjadi penampilan perdana mereka di panggung Synchronize Fest, namun beberapa waktu
silam Basajan telah berhasil membawa keunikan mereka ke panggung Wonderfruit Festival di
Thailand dan Cue Showcase Festival di Japan. Basajan telah merilis dua single “Nadoman” dan
“1971”. Basajan baru saja merilis album debut mereka bertajuk Bewara dibawah label musik
Bahasa Ibu Record
4. HABIBI FUNK
Habibi Funk merupakan reissue record label dan DJ set asal Berlin ini didirikan oleh kolektor musik
asal Jerman bernama Jannis Stürtz. Kerap mengarsip lagu-lagu Arabic funk, soul, jazz era 1960-
1980, Habibi Funk juga merilis banyak kompilasi lewat DSP, seperti “Habibi Funk: An Eclectic
Selection of Music from the Arab World, Part 1 & 2” pada 2017 dan 2019 silam. Habibi Funk siap
menggetarkan Synchronize Fest 2026.
5. HINDIA
Menjadi salah satu penampil paling ditunggu setiap tahun nya, Hindia akan kembali ke panggung
Synchronize Fest 2026 setelah memenangkan 5 penghargaan AMI Awards 2025 dalam kategori
Album Terbaik untuk “Doves, 25 On Blank Canvas”, Artis Solo Alternatif Terbaik, dan Video Musik
Terbaik untuk video musik “everything u are”. Hindia telah merilis 3 album studio “Menari
Dengan Bayangan”, “Lagi Pula Hidup Akan Berakhir”, dan “Doves, 25 on Black Canvas”. Selalu
memberikan penampilan yang terasa personal dan emosional, Hindia menjadi salah satu aksi
panggung yang selalu dinanti dan menjadi pemersatu para penonton dengan lagu-lagunya yang
dekat di hati.

