Padu Padan PBB
Sesi Kedua yaitu ‘Padu Padan PBB’, MC turut mengundang Communication Director, Naba Sukry Sefa, “namanya ekosistem, nggak akan mungkin ada tanpa adanya kolaborator, nah kenapa setiap tahunnya berbeda, harapannya PBB bisa terus bertambah bekerjasama dengan kolaborator lainnya” ucapnya. Pesta Bebas Berselancar tidak bisa berjalan tanpa adanya kontribusi dan kerjasama dari para kolaborator. Seperti tahun ini PBB 2026 bekerjasama dengan visual artist asal Bogor yaitu Piqree.
PBB 2026 juga akan melibatkan komunitas lokal, Surau Creative untuk mengelola area
komunitas dan mini stage, Tengkulak Kalcer. Zody dari Surau Creative memaparkan bahwa nanti
“yang paling menonjol adalah kami coba ajak band black metal akan berkolaborasi dengan
pantomim, temen-temen dari Bilik Jasinga yang berkonsentrasi dengan musik tradisional Karinding akan berkolaborasi dengan musik hip hop dari Parung Panjang Pride, ada Gemadah Company yaitu tari kontemporer akan berkolaborasi dengan Tulang Bajing sanggar musik bambu, teater Taat
temen-temen ekskul teater dari SMK 1 Tajur Alam akan berkolaborasi dengan sanggar fire dance
atau tarian api.”
Tahun ini, Tengkulak Kalcer tidak hanya menjadi area komunitas dan mini stage biasa,
melainkan hadir sebagai ruang pertunjukan spesial komunitas asal Bogor serta menghadirkan
‘Half Time Show’, sebagai bagian dari rangkaian utama PBB 2026. Zody dari Surau Creative
memberikan harapan setelah beberapa kali ngobrol sama PBB untuk mengolah Tengkulak Kalcer, “memadu padankan A dan B ini jangan sampai hanya ajang euforia semata, cuma keterlibatan visual aja. perlu diketahui, Bogor bukan hanya sekedar hujan, bukan sekedar talas, dan hanya yang manis-manis yang ada di kota aja, karena seperti di ujung Bogor, ada gerakan-gerakan kesenian yang perlu ditangkap sebetulnya”.
Selain Tengkulak Kalcer, PBB ‘26 akan berkolaborasi Instalasi Seni dengan P Dalam Gang, Cang Zam selaku P Dalam Gang mengatakan “kita ngomongin festival bukan cuma ngomongin mau nonton siapa dan dateng sama siapa, tapi kita ngomongin mau memanjakan audiensnya, warga-warganya, yaa untuk instalasi nantinya, sebenarnya yang deket-deket aja, kalau direpresentasikan Bogor dengan gaya-nya lah ibaratnya.

Perumusan konsep kita itu terhadap semua kolaborator sebetulnya, dari tahun sebelumnya bahkan,itu dalem banget sampai ke akar-akarnya. Karena perumusan konsep ini kita nggak mau kolaborator ini cuma jadi sekedar tempelan acara, kita mau mereka ikut mengisi. Jadi kita kasih wadah besarnya,yang nanti akan diisi oleh activity, instalasi, oleh spiritnya, oleh performer dan oleh berbagai macambentuk kesenian. Nah semua jadi satu, seperti tadi yang sudah dibahas untuk menjadi sebuah ekosistem yang harapannya akan terus berkembang dan tumbuh setiap tahunnya.” ucap Naba selaku Communication Director, lalu Ia memberikan harapan sebagai penutup sesi Padu Padan PBB,“besar harapannya agar PBB menjadi ruang pertukaran gagasan, benang merah yang bisa diisi olehpara kolaborator. Harapannya wadah dan gagasan tidak hanya berhenti di PBB saja, tapi kita jadikan untuk yang tidak terlihat jadi terlihat.”
