Tengkulak Kalcer, Ruang Tumbuh bagi Komunitas Lokal
Selain menghadirkan penampilan para musisi, PBB ’26 juga memperluas peran Tengkulak Kalcersebagai ruang ekspresi bagi komunitas kreatif lokal. Berkolaborasi dengan Surau Creative, areakomunitas ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi berkembang menjadi panggung yangmenghadirkan berbagai kolaborasi lintas disiplin seni.
Salah satu program yang mencuri perhatian adalah Halftime Show, sebuah pertunjukan kolaboratifyang mempertemukan teater Taat dari SMK 1 Tajurhalang dengan pertunjukan fire dance. Sepanjangfestival, pengunjung juga disuguhkan beragam penampilan komunitas, mulai dari musik reggaeBogor, pertunjukan karinding dan rampak puisi, tari kontemporer, hingga kolaborasi black metaldengan pantomim yang menjadi warna tersendiri dalam pengalaman PBB tahun ini
Festival yang Inklusif, Kreatif, dan Berkelanjutan
Selain menghadirkan pengalaman menikmati musik, PBB ’26 juga terus memperkuat komitmennya sebagai festival yang inklusif dan berkelanjutan. Area prioritas bagi penyandang disabilitas dan ibu hamil kembali disediakan, sementara lebih dari 32 tenant UMKM lokal turut meramaikan Dermaga Kuliner sebagai bagian dari dukungan terhadap ekonomi kreatif Bogor.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui kolaborasi dengan Matters Projectsebagai Waste Ranger. Selama dua hari penyelenggaraan, kolaborasi ini berhasil mengelola sekitar1,2 ton sampah yang terdiri dari 388,45 kg plastik dan 821,55 kg residu, serta menghasilkan609,87 kg carbon saving.
Semangat kolaborasi turut hadir melalui karya visual artist asal Bogor, Piqree, yang merancang keyvisual PBB ’26 sekaligus merchandise resmi festival. Pengunjung juga dapat menikmati berbagaimerchandise eksklusif hasil kolaborasi bersama Kelompok Penerbang Roket, Sukses LancarRejeki, dan The Panturas, serta instalasi visual interaktif dari kolektif kreatif P Dalam Gang yangmemperkaya pengalaman selama festival berlangsung.
Sampai Bertemu Kembali

Selama dua hari penyelenggaraan, PBB ’26 menjadi ruang yang mempertemukan musisi, komunitas,pelaku kreatif, UMKM, dan ribuan penonton dalam satu perayaan yang sama. Di tengah hujan yangturun sepanjang festival, antusiasme para pengunjung menjadi bukti bahwa musik dan kebersamaantetap menjadi alasan untuk kembali bertemu.
“PBB terus tumbuh bersama komunitas yang ada di dalamnya. Melihat antusiasme penonton,musisi, dan seluruh kolaborator sepanjang dua hari ini menjadi semangat bagi kami untuk terusmenghadirkan festival yang relevan, inklusif, dan selalu dinantikan setiap tahunnya,” ujar Aditya Muhammad
Sampai bertemu kembali di rumah yang sama, dalam perayaan berikutnya!
