Masih mengusung genre yang sama dengan single Aruma sebelumnya, tapi di bagian akhir, tempo lagu ini lebih upbeat meski tetap tidak menghilangkan unsur sedih yang diusung. “Ya, genrenya masih sama dan juga memiliki nuansa sedih seperti “Muak”. Kalau single sebelumnya menggambarkan seseorang yang sudah muak dengan janji manis pasangannya, kali ini, aku ingin memperlihatkan bahwa tidak semua orang mempunyai ekspektasi yang sama dalam suatu hubungan, baik itu perempuan maupun laki-laki. Setiap insan tidak bisa menaruh ekspektasinya berlebihan karena, pada akhirnya, kita harus saling mengerti dan menghargai pendirian masing masing,” kali ini, giliran Aruma yang menjelaskan.
Dengan maknanya yang terasa dalam, Aruma berharap, lagu ini bisa diterima para pencinta musik di Tanah Air, baik yang sudah mendengarkan “Muak” atau malah baru berkenalan dengan Aruma melalui “Ekspektasi” ini. “Aku berharap, lagu ini mendapat sambutan positif seperti single pertama aku, sekaligus bisa mewakili perasaan setiap pasangan yang mempunyai ekspektasi berbeda dalam hubungan. Semoga melalui lirik di lagu ini, mereka bisa lebih mengerti dan menghargai perasaan pasangan masing-masing agar hubungan yang sudah diperjuangkan sama-sama akan tetap bertahan.”
Senada dengan Aruma, Raim berharap, single ini bisa menemani mereka yang sedang menghadapi realitas seperti halnya dalam lagu. “Semoga lagu ini bisa menjadi alternatif suara di telinga teman-teman dalam menghadapi realitas yang ada. Kalau didengarkan dengan seksama, lirik per lirik, pasti kita akan tahu maksud lagu ini. Ekspektasi bukanlah hal yang buruk, tapi saat tidak sesuai dengan yang kita inginkan, cobalah untuk menerimanya dan berkompromi.” Single kedua Aruma yang berduet dengan Raim Laode, “Ekspektasi”, bisa dinikmati di platform musik digital mulai 30 Juni.
