Depok, 9 Desember 2025 – Festival musik baru Padepopan, di Depok merupakan persembahan
dari Junior Digital Indonesia dan Memorise Fun Club sama dengan yang membuat Pesta Bebas
Berselancar (PBB) dan Hadjatan Keliling Kota (Djatlingko). Padepopan mengusung tema
“Seragam Beragam”, seperti kota Depok yang punya banyak keberagaman, irisan budaya yang
banyak, ras, jenis pekerjaan, agama hingga sejarah kotanya.
Acara berlangsung pada 7 Desember 2025 di lokasi yang tidak biasa dan jarang digunakan oleh
festival musik, yaitu Jatijajar Transit Hub atau Terminal Jatijajar, Depok, lokasi yang masih aktif
menjadi tempat berkumpulnya kendaraan umum yaitu Bis antar kota. Saat acara berlangsung pun
bis tetap aktif dan beroperasi sebagaimana mestinya.
Padepopan sebagai Pusat Kumpul Warga
Sesuai dengan nama Padepopan yang berasal dari kata “Padepokan” dan tema “Seragam

Beragam”, Padepopan bukan hanya sekedar festival musik. Padepopan sebagai tempat
berkumpulnya para pelaku musik, local heroes, dan komunitas lokal Depok yang dirayakan bareng
beragam warga muda Depok maupun luar Depok.
Deretan Line-Up Terdepan
Padepopan menghadirkan tujuh musisi dari berbagai genre dan daerah di panggung utama, Bricks
Stage. The Cottons membuka dengan energi yang hangat, Banda Neira tampil saat hujan turun
cukup deras, namun penonton tetap ikut bernyanyi sehingga suasana terasa syahdu, Olsam sebagai
Local Hero Depok menghibur dengan set yang hidup, Nosstress dari Bali tampil untuk pertama
kalinya di Depok, di lagu terakhir mereka turun ke depan barikade untuk menyapa dan berterima
kasih atas dukungan penonton. Setelah break magrib, Hindia dan .Feast membantu penonton
menyalurkan keresahan dan suara kritis mereka lewat momen yang hangat dan penuh energi, dan
White Chorus menutup Bricks Stage menyanyikan lagu “Minggu” dengan meriah.

“Alter” Stage
Panggung kedua, Alter Stage dikurasi oleh Pemuda Dalam Gang, yang merupakan kolektif asal
Depok, membawakan local heroes Depok seperti Corale Riff, Arc Yellow, Jarah yang membawa
Gerakan Aceh Mencukur untuk live mencukur saat tampil, Saling Sapa yang dibajak oleh Kolase
Kultur sesi talk show bersama penggiat seni, Aduy Kicuy dan Benang Kenur membuat penonton
lepas penat dengan tawa yang terus pecah sepanjang set, dan The Gedor singkatan dari Gerobak

Dorong yang ternyata memang Dangdut Keliling asli sekitar Depok, berhasil menutup Alter Stage
dengan asyik.
Dua Panggung dan Zona Kreatif Komunitas
Di tahun pertama ini, Padepopan menghadirkan satu panggung utama, yaitu Bricks Stage dan Alter
Stage, sebuah panggung intimate yang dikurasi oleh Pemuda Dalam Gang. Tidak hanya panggung,
di Padepopan terdapat zona komunitas yaitu Tengkulak Kalcer oleh Pemuda Dalam Gang yang
menjadi ruang temu dan eksplorasi yang melibatkan berbagai aktivitas kreatif, antara lain:
● Gerakan Aceh Mencukur, experience pameran cukur dari Depok ke Sumatera
menggunakan sepeda.
● Dalmention, Showcase dan rework memodifikasi pakaian untuk menjadi lebih fresh.
● Gambar Bagus, tempat mengabadikan momen kalian melalui gambar di tempat langsung.
● Dalam Gang Recs dan Kios Warga, tempat kalian bisa menemukan kaset, vinyl dan merch
dari local heroes Depok.
● Bee n Beads, workshop gelang, kalung, cincin, dan aksesoris lainnya.
● LCKYDY, workshop merajut dan menyulam dari benang menjadi barang.
● Tangled Stuff, tali temali menjadi silaturahmi.
Ruang Inklusivitas, UMKM, dan Kolaborasi Bank Sampah Induk
Padepopan memastikan ruang yang inklusif dan ramah bagi semua pengunjung yang ramah bagi
penyandang disabilitas, ibu hamil dan anak kecil diatas 5 tahun dengan menyediakan area
prioritas bagi pengunjung disabilitas, orang tua, anak kecil dan ibu hamil, tersedia pula 2 titik area
khusus merokok. Selain itu, lebih dari 22 tenant UMKM lokal akan meramaikan Area Kuliner,
menjadikan Padepopan menghadirkan ruang seni yang hidup sambil memberi dorongan nyata bagi
pelaku ekonomi kreatif di Depok.
Padepopan juga berkolaborasi dengan Bank Sampah Induk Rumah Harum, yang menyediakan
drop box untuk memilah tempat sampah, nantinya sampah yang terkumpul dari Padepopan akan
dikirim ke Bank Sampah Induk Rumah Harum untuk diproses daur ulang.

Padepopan sebagai Ruang Kumpul Baru di Depok
Padepopan membawa energi perayaan yang terbuka, kolaboratif, dan berakar pada kekuatan
komunitas. Festival ini hadir sebagai ruang musik dan temu warga yang memberi tempat bagi pelaku
seni, UMKM, dan inisiatif kreatif Depok untuk tumbuh bersama. Kehadiran dua panggung, zona
komunitas, serta dukungan Bank Sampah Induk Rumah Harum menunjukkan bagaimana festival ini
menggabungkan ekspresi budaya dengan partisipasi warga. Padepopan diharapkan menjadi langkah
awal untuk memperkaya ekosistem budaya Depok dan membuka jalan bagi lebih banyak ruang
kreatif di tahun-tahun berikutnya.
Mari hidupkan semangat kota dan rayakan kebersamaan, Padepopan: Seragam
Beragam!
